Edukasi Pentingnya Punya Rumah Dinilai Belum Optimal

Kebutuhan lokasi tinggal yang terus bertambah seiring dengan perkembangan penduduk, di anggap sebagai suatu potensi pasar tersendiri. Hal tersebut pun yang biasanya menjadi penyebab harga lokasi tinggal terus meroket.

Berdasarkan keterangan dari Pengamat Properti dari Housing Urban Development (HUD) Institute Zulfi Syarif Koto, pemerintah butuh mengoptimalkan sosialisasi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bakal pentingnya melakukan pembelian rumah. Pasalnya sekitar ini sosialisasi yang dilaksanakan hanya mempunyai sifat formal sampai-sampai pesan yang dikatakan tidak menyentuh semua lapisan masyarakat.

"Untuk MBR pemerintah wajib menyerahkan penjelasan sosialisasi sampai-sampai aksesbilitas MBR ke sumber daya kunci kompleks mudah, murah dan cepat. Memang sekitar ini pemerintah pusat telah tidak sedikit melakukan sosialisasi mengenai Program Sejuta Rumah contohnya tapi sosialisasi terbatas melulu melalui jalur formal contohnya lewat spanduk atau pamflet saja," ujar Zulfi.

Zulfi menerangkan, pendidikan yang dilaksanakan untuk menambah kesadaran mempunyai rumah perlu diciptakan dengan upaya yang lebih mempunyai sifat swadaya, sampai-sampai secara langsung bisa menyentuh lapisan MBR.

Hal tersebut penting, sebab selama ini kesadaran guna mempunyai rumah sendiri yang masih tidak cukup dari MBR diakibatkan kurangnya informasi dan pengetahuan yang dipunyai tentang perumahan.

"Jangan melulu gelar pameran contohnya di JCC, apa barangkali mereka datang seluruh ke JCC? di samping memberikan pendidikan juga butuh di advokasi dan dimotivasi mengenai bagaimana teknik mengakses pertolongan pembiayaan rumah, perizinan, pertanahan jadi pasokan yang ada dapat tepat sasaran," ujar Ketua Umum HUD Institute ini.

Edukasi Pentingnya Punya Rumah Dinilai Belum Optimal