Furnitur Itu Investasi Jangka Panjang, Bukan Sekali Beli!

Urusan beli furnitur sebenarnya bukan kegiatan gampang. Banyak pemahaman muncul, soal konsep furnitur terintegrasi atau personalisasi dalam rancangannya.

Ya, banyak sekali orang lebih senang beli lepasan atau telah dengan bentuk-bentuk jadi yang dipilihkan si pejual. Namun, begitu diangkut ke rumah, ternyata barangnya tidak cocok tema atau ruang yang tersedia. Ujung-ujungnya pembeli kecewa.


"Sekarang tersebut tren telah berubah seiring penambahan kualitas hidup masyarakat. Pembeli telah cerdas dan jauh lebih tersingkap terhadap personalized custom furniture," ujar Yeo Wen Han, Direktur PT Panel Asri Perkasa atau atau lebih dikenal dengan Metric Premium Cabinetry System.

Han mengatakan, orang zaman kini semakin menyadari bahwa furnitur mampu bermanfaat sebagai suatu investasi jangka panjang yang pantas untuk turut diperhitungkan. Artinya, kepemilikan furnitur mesti direncanakan pembeliannya, sama laksana saat melakukan pembelian rumah atau kendaraan mewah, atau aset lain laksana berlian atau karya seni.

Umumnya pembelian furnitur kini dilaksanakan dengan ekspektasi pemakaian paling tidak sampai 10 tahun. Bagi itulah, konsumen mulai jeli dengan dana yang dibelanjakannya guna "sekadar" lemari atau filing cabinet.

" Furnitur yang baik tersebut harus punya staying-power dalam segi rancangan maupun keawetan produk. Mereka tidak kehilangan nilainya meskipun dalam rentang masa-masa yang panjang," kata Han. 

Untuk itulah, menurut keterangan dari Han, untuk mengawal kunci berhasil bisnis sekitar 23 tahun Metric berjuang memahami karakter pembeli furnitur. Merebut hati semua pelanggan barang "jangka [panjang" ini bukan perkara gampang.

"Harus siap dengan layanan purnajual yang berbobot berkualitas prima. Tim purnajual mesti konsentrasi dan cepat tanggap, dan tidak jarang kali disiapkan guna dengan segera merespons apapun pertanyaan dan keluhan pelanggan pasca pemasangan. Kalau tidak, kabur mereka," katanya.

Permintaan tersebut tak terkecuali guna permintaan-permintaan pelanggan yang sifatnya khusus, laksana relokasi furnitur atau peningkatan detail baru. Itu guna menegaskan komitmennya untuk mengawal kualitas sebagai suatu brand premium, khususnya di tengah kompetisi yang kian menggila ketika ini, baik dalam aspek rancangan, buatan maupun konsentrasi pelayanan purnajual produk.

"Misalnya si pembeli menyimpulkan pindah rumah, dan mereka hendak tetap membawa furnitur lama mereka ke lokasi tinggal baru. Urusan begini, ya kesebelasan kami mesti siap mengerjakan redesign dan mengurus seluruh proses bongkar dan pasang sampai furnitur lama dapat cocok ditempatkan pada tempat barunya," kata Han.

Membeli furnitur, lanjut Han, tidak seperti melakukan pembelian baju, yang bila tidak suk dapat disimpan dalam lemari. Furnitur melingkupi hal keseharian.

"Setiap hari anda melihatnya. Jangka waktunya pun dapat sangat panjang, dan tersebut menjadikannya melekat dengan diri kita," ujarnya.

Pada kesudahannya kehadiran furnitur terasa begitu personal untuk pemiliknya. Bak relasi personal, menurut keterangan dari Han, guna itulah opsi furnitur mesti yang sesuai khayalan si pembeli.

"Kami mengetahui bahwa pertumbuhan eksplorasi kreatif pada rancangan furnitur tersebut harus berlangsung seiring upaya pemanfaatan ruang hidup yang semakin efisien. Konsep furnitur terintegrasi tersebut harus dapat memadukan antara keindahan desain dan pemanfaatan ruang secara optimal. Tanpa itu, tidak boleh bicara kualitas," ujarnya yang sekarang mengawal 3 pabrik Matric di Jakarta dan Surabaya.

Furnitur Itu Investasi Jangka Panjang, Bukan Sekali Beli!