Gejala Kerusakan pada Rem

Rem adalahpiranti urgen pada kendaraan yang bermanfaat menurunkan kecepatan kendaraan. Ada baiknya pengendara mengenali tanda-tanda bilamana rem mulai merasakan kerusakan. Mulai dari timbulnya suara, getaran, daya, serta bau di dekat rem.

Piranti keselamatan pada kendaraan laksana rem usahakan selalu dipertahankan dalam situasi prima serta dapat bermanfaat dengan baik, terutama sistem pengereman. Hampir masing-masing kendaraan menyerahkan tanda atau sinyal saat kondisi rem mulai menurun.

Untuk itu, usahakan kenali 5 fenomena kerusakan pada rem, sebagai berikut, kutip dari website Toyota:

1. Indikator pada instrumen

Hampir masing-masing kendaraan dilengkapi dengan indikator rem yang dapat disaksikan di Multi Information Display (MID). Indikator ini bermanfaat untuk menyerahkan tanda untuk pengemudi sistem pengereman dalam situasi normal atau tidak.

Jika rem dalam situasi normal, maka indikator itu berada dalam posisi tidak menyala. Sementara, ketika rem dalam situasi tidak normal atau bermasalah laksana kebocoran pada selang minyak rem atau sensor ABS terganggu sebab pemasangan kampas rem, lampu indikator bakal menyala.

2. Suara bising pada rem

Suara bising seringkali muncul ketika kendaraan berada pada posisi pengereman. Suara itu berasal dari indikator bantalan rem (brake pad). Bantalan rem tercipta dari bahan baja sampai-sampai menghasilkan suara bising saat mulai tersentuh dengan rotor.

Jika menemukan situasi seperti itu, usahakan ganti kampas rem dengan segera guna menghadirkan pengereman yang lebih optimal.

3. Getaran pada ketika pengereman

Rotor adalahpiringan pada roda yang bermanfaat memperlambat kecepatan kendaraan melewati daya tekan pada bantalan rem. Getaran ketika pengereman salah satunya diakibatkan oleh permukaan rotor dalam situasi tidak rata.

Di samping itu, getaran pada ketika pengereman pun dapat diakibatkan oleh daya cengkeram piston yang sedang di dalam calliper. Bagi menghindari getaran pada rem, pastikan baut roda terpasang secara tepat serta usahakan menghubungi bengkel resmi andai getaran masih terus berlangsung.

4. Kekurangan minyak rem

Minyak rem bermanfaat sebagai pelumas serta mengayomi komponen logam yang bergesekkan guna menghentikan laju kendaraan. Kekurangan minyak ditandai dengan berkurangnya daya ketika pengereman. Jika terjadi penurunan kapasitas minyak rem, cek situasi selang serta seal. Bagi memaksimalkan sistem pengereman, ganti minyak rem secara rutin. Hal ini bermanfaat untuk menghindari adanya endapan yang merusak selang atau seal.

5. Bau tajam pada rem

Pengereman berulang contohnya seperti pada kontur jalan terjal akan menambah temperatur pada rem, sampai-sampai menghasilkan panas yang berlebih. Saat situasi tersebut, rem dengan situasi kurang prima bakal menghasilkan bau tajam. Sebaiknya, cek segera situasi rem serta diamkan sejenak rem sampai kondisi rem menjadi dingin

Gejala Kerusakan pada Rem