Jangan Asal Beli! Perhatikan Bedanya Ciri Daging Sapi Segar dan yang Busuk

Daging sapi ialah salah satu sumber makanan bergizi tinggi. Akan tetapi, daging gampang ditumbuhi bakteri atau jamur sampai-sampai sangat mudah busuk. Oleh sebab itu, Anda butuh lebih berhati-hati saat melakukan pembelian daging. Daging yang segar dapat cepat dikenali dari warna, bau, tekstur, sampai penampilannya. Yuk, cari tahu lebih lanjut bedanya ciri daging sapi segar dengan yang telah busuk!

Beda ciri daging sapi segar dengan daging sapi busuk

Dari baunya…

Daging sapi segar bakal mengeluarkan wewangian segar. Dengan kata lain, mempunyai bau khas “sapi” yang lembut tidak menusuk hidung. Sementara itu, daging sapi busuk bakal berbau amis, anyir, tengik, bahkan masam tidak lumrah yang buat kita mengernyitkan dahi.

Dari warnanya…

Warna daging merah terang segar dan mengkilat, tidak pucat dan tidak kotor. Lemaknya bertekstur keras berwarna putih kekuningan, tampak ototnya berserat halus. 

Jika warna daging sapi kita hijau atau berwarna cokelat kehijauan, ini tandanya daging busuk dan saatnya guna dibuang.

Dari teksturnya…

Daging sapi segar bertekstur padat dan kenyal, namun tidak kaku. Artinya saat Anda mengurangi daging dengan jari, permukaannya bakal kembali laksana semula.

Daging sapi yang kualitasnya buruk bakal terasa lembek saat ditekan, tidak pulang ke posisi semula. Daging ini pun mudah hancur bila ditekan. Daging yang telah busuk pun akan tampak berlendir dan terasa lengket di tangan.

Dari penampilannya…

Penampilan daging sapi segar terlihat lembap, warna merahnya merata terbebas dari noda atau bercak asing. Daging yang berbobot | berbobot | berkualitas buruk kelihatan apek, lesu, dan kusam. Beberapa daging sapi buruk pun ada yang mempunyai noda bercak hitam atau putih kehijauan, tanda adanya bakteri dalam daging.

Belilah daging yang terasa lembap namun tidak berair. Meski cairan merah yang menetes pada daging itu bukanlah darah tetapi sari protein, ini berarti daging itu sudah lumayan lama berada di angkasa bebas.

Apa akibatnya andai makan daging yang telah busuk?

Dilansir dari Livestrong, walau daging yang busuk telah dimasak dalam suhu tinggi, memakannya tetap berisiko menciptakan Anda keracunan makanan. Pasalnya walau panas api membunuh bakteri, mereka bisa meninggalkan racun pada daging. Racun yang tersisa berikut yang lantas menyebabkan keracunan makanan. Proses pemasakan tidak bakal menghilangkan racun itu dalam daging.

Gejala keracunan makanan yang sangat umum ialah mual dan diare sesudah makan.

Cara mengawal daging supaya tidak gampang rusak

Daging berisi tinggi air, protein dan lemak yang rentan menjadi lokasi tinggal singgah ideal untuk bakteri berkembang biak. Untuk menangkal daging cepat membusuk, simpan daging di kulkas segera sesudah membelinya. Cara menyimpannya juga tidak semudah itu.

Cara menyimpan daging di rak kulkas

Pastikan suhu dalam kulkas selama 4ÂșCelsius. Menyimpannya di suhu yang lebih panas menciptakan daging rentan terkontaminasi bakteri.

Cara menyimpan daging sapi di kulkas:

  • Simpan daging pada rak eksklusif daging/ikan dalam kulkas.
  • Masukkan daging dalam wadah tertutup atau kantong bersih. Tutup rapat.
  • Daging dan jeroannya dikemas secara terpisah
  • Daging pun harus diceraikan dengan makanan lainnya.
  • Jika Anda berkeinginan menyimpan daging yang telah masak, sisihkan dari daging yang mentah atau bahan mentah apapun (tidak melulu daging).

Meskipun daging sapi dapat disimpan, tidak selamanya daging dapat disimpan dalam suhu kulkas. Daging segar dalam suhu 0-4 derajat celcius melulu mempunyai masa simpan 3-7 hari.

Penyimpanan beku (di freezer)

Daging yang ditabung dalam freezer (penyimpanan beku) bisa bertahan sampai 6 bulan. Dengan catatan, teknik penyimpanannya mesti tepat dan suhu freezer tidak jarang kali berada dalam 0 hingga -17 derajat celcius.

Sebelum simpan daging dalam freezer pastikan daging telah terbungkus rapat dengan plastik zip atau kotak wadah supaya tidak terdapat udara yang masuk ke dalam daging sesudah dibungkus.

Sebelum dimasukkan ke freezer, usahakan diberikaan tanggal terlebih dahulu untuk menilik berapa lama kita sudah membias daging itu. kita juga dapat membedakan mana daging yang sudah ditabung lebih lama dan mana yang masih baru, sampai-sampai Anda bisa mendahulukan daging yang bakal digunakan. Di samping itu, tulis pun apa unsur daging yang kita simpan andai ada sekian banyak  macam unsur daging.

Menyimpan daging sapi segar di freezer membuatnya lebih awet, namun tidak mematikan bakterinya. Maka saat Anda mengalihkan daging ke ruangan bersuhu lebih tinggi, proses tumbuh kembang bakteri bakal mulai kembali. Maka, daging yang sudah dikeluarkan dari freezer usahakan cepat-cepat dimasak untuk menangkal terjadinya pembusukan.

Jangan Asal Beli! Perhatikan Bedanya Ciri Daging Sapi Segar dan yang Busuk