Wanita Harus Pintar Kelola Keuangan


Setiap wanita harus pintar mengelola finansial sejak dini. Karena menurut riset, wanita yang jago mengatur finansial sejak muda bakal mempunyai keluarga yang sejahtera di masa mendatang.

Bureau of Labor Statistics juga mengemukakan kenyataan bahwa 38 persen perempuan sekarang mempunyai penghasilan lebih banyak ketimbang suaminya. Dan istri yang berpenghasilan besar ingin memegang kendali keuangan dan berperan sebagai pembuat keputusan dalam lokasi tinggal tangga.

Karena perannya yang vital dalam menilai kesejahteraan keluarga, seorang istri mesti mengetahui prinsip dasar keuangan dan memiliki kemahiran mengatur finansial yang baik, bahkan melebihi sang suami.

Perencana finansial dan edukator Prita Ghozie menjelaskan sejumlah keahlian keuangan yang mesti dipunyai perempuan sebelum menginjak bahtera lokasi tinggal tangga. Salah satunya merupakan, wanita harus mengerti teknik membuat pos-pos pengeluaran masing-masing bulannya.

Karena andai tidak, pemasukan family bisa-bisa menguap begitu saja masing-masing bulan. Pengeluaran jadi tak terarah, simpanan pun tak siap untuk mengongkosi renovasi rumah, angsuran mobil, ongkos melahirkan, sampai dana edukasi anak. 

Perempuan pun harus cerdas menilai prioritas cicilan.

"Harus mengerti bila mengambil cicilan, mestilah yang sifatnya produktif. Karena seringkali perempuan ingin ambil angsuran untuk sesuatu yang sifatnya konsumtif. Contohnya angsuran skin care dan lipstik," terangnya.

Barang yang aman guna dicicil ialah peralatan elektronik atau kendaraan yang masa pakainya melebihi masa-masa cicilan. Seperti mesin cuci (karena tahan lama dipakai sampai belasan tahun), televisi, springbed, kulkas, sampai perabot lokasi tinggal tangga sekalipun.

Selain arif mengatur pengeluaran, Prita berasumsi perempuan (sebagai bendahara di dalam lokasi tinggal tangga) mestilah pandai berinvestasi. Banyak wanita yang masih fobia untuk berinvestasi, sebenarnya perempuan paling tidak sedikit menyimpan duit di tabungan.

"Punya duit tapi fobia untuk menginvestasikannya. Padahal, wanita harus sadar bahwa asa hidupnya jauh lebih panjang ketimbang laki-laki, jadi takutnya ketika sudah berkeluarga dan pasangannya berpulang lebih dulu, bakal sulit. Terlebih masa kerja wanita lebih pendek ketimbang laki-laki. Jadi dia mesti tahu metodenya berinvestasi," tutup Prita.

Wanita Harus Pintar Kelola Keuangan