4 Trik Ampuh Mencegah Kaki Lecet Akibat Pakai Sepatu Baru

4 Trik Ampuh Mencegah Kaki Lecet Akibat Pakai Sepatu Baru


Pakai sepatu yang sudah rusak dapat menyebabkan kaki Anda sakit. Namun, menggunakan sepatu baru juga dapat menyebabkan masalah yang sama. Memang serba salah, tapi Anda tidak butuh khawatir. Buat mencegah kaki lecet karena menggunakan sepatu baru maka gunakan plester khusus kaki dan simak tipsnya berikut ini. Siapa yang tidak suka menggunakan sepatu baru yang sejak lama jadi incaran? Masalah baru muncul ketika kaki lecet dibuatnya. 

Selain bikin tidak nyaman berjalan, lecet juga dapat terasa sakit dan perih bahkan hingga berdarah. Nah, buat mencegah hal tersebut, Merin Yoshida seorang podiatrik (ahli penyakit kaki) dan dokter kulit Rebecca Kazin, MD, memberikan tips agar Anda dapat bebas menggunakan sepatu baru tanpa lecet. 

1. Pastikan Memilih Sepatu yang Sesuai Ukuran 

Tahukah Anda bila ukuran kaki dapat berubah sewaktu-waktu? Sejalan bertambahnya umur dan berat badan, ligamen dan tendon (jaringan ikat yang melekat pada sendi) akan melonggar menyebabkan kaki Anda menjadi lebih lebar dan meregang. Tentu ukuran kaki Anda yang lama tidak akan sama dengan yang saat ini. Jadi, pastikan ukuran kaki Anda terlebih dahulu sebelum membeli sepatu, terutama ketika membeli sepatu lewat toko daring. 

2. Sepatu Baru Jangan Langsung Dipakai 

Sudah beli yang baru, Anda tentu tidak sabar lagi buat memamerkannya ke dunia. Sayangnya, langsung pakai sepatu baru setelah membelinya dapat membuat kaki gampang lecet karena kaki Anda butuh menyesuaikan diri dengan ukuran sepatu tersebut. Apalagi bila Anda membelinya dengan ukuran yang pas. Lalu harus bagaimana? 

3. Pakai Antiperspirant buat Kaki 

Kaki sering kali berkeringat. Semakin sibuk aktivitas keseharian Anda, semakin berkeringat kaki Anda. Keringat dapat membuat kaki lecet karena memfasilitasi gesekan antara kulit kaki dengan bahan bagian dalam sepatu. https://www.id.hansaplast.co.id/products/Foot-Care/Plasters-Pads/foot-plaster

4. Tempelkan Plester Luka Pada Kaki Anda Mencegah Kaki Lecet 

Bila Anda butuh segera pakai sepatu baru tersebut, tempelkan plester luka atau blister patch pada area kaki yang rentan bermasalah sebelum menggunakannya. Blister patch ialah plester khusus buat mencegah kaki lecet yang umum dijual di toko sepatu. 

Apalagi bila sisi kaki Anda yang paling rentan lecet, sebaiknya gunakan kaos kaki tipis yang hanya menutupi sisi kaki. 



Baca selengkapnya »
Menguasai Kickdown Wajib Bagi Pengendara Mobil Matik

Menguasai Kickdown Wajib Bagi Pengendara Mobil Matik


Memilih guna punya mobil bertransmisi matik, tidak boleh sampai luput teknik-teknik bikin mengendarainya. Sebab, karakternya bertolak belakang dengan mobil yang eksodus giginya secara manual.

Salah satu yang penting ialah kickdown. Teknik tersebut bisa bermanfaat buat menemukan tenaga yang lebih besar, pada ketika putaran mesin (rpm) pada posisi yang tinggi.

“Kickdown ialah turun gigi (downshift) di transmisi otomatis. Biasanya ini dipakai ketika hendak berakselerasi pada kecepatan standar atau saat hendak mendahului,” ujar Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC).

Di samping pada jalan datar, Nurrahman Adi Saputra, Kepala Bengkel Auto2000 Lampung Raden Intan mengatakan, kickdown juga dapat buat menghadapi tanjakan yang terjal sampai-sampai menghasilkan torsi yang besar. 

Jadi mobil tak kendala dan pengemudi tak bingung saat menghadapi medan jalan laksana itu.

“Perpindahan transmisi pada mobil matik mekanismenya sudah ditata oleh komputer. Jadi tak gampang terdeteksi oleh komputer atau transmisi tersebut sendiri, saat pengemudi sedang perlu power lebih, maka dari itu dipakai sistem kickdown (seolah mengingatkan komputer untuk menyerahkan tenaga lebih),” ujar Nurrahman.

Nah kemudian bagaimana teknik pengemudi untuk dapat melakukan kickdown?

Pertama ialah pastikan posisi tuas persneling di D. Kemudian lepas gas atau kendurkan injakan pada pedal gas, guna persiapan. 

Baru lantas ketika momennya pas, injak pedal gas secara spontan dan dalam-dalam.

Kemudian dari situ, akan diperoleh tenaga yang dibutuhkan, saat akan menanjak atau saat hendak menyalip kendaraan lainnya. 

Selamat mencoba!!
Baca selengkapnya »
Berapa Lama Jamur Pada Kelamin Bisa Sembuh

Berapa Lama Jamur Pada Kelamin Bisa Sembuh


Di samping di kulit dan kuku, infeksi jamur pun umum menyerang organ intim laksana penis dan vagina. Siapa juga yang mengalaminya, pasti akan mengeluhkan sekian banyak gejala dan rasa tidak nyaman pada organ intim. Itu sebabnya, tidak sedikit penderita infeksi jamur vagina atau penis yang bertanya-tanya tentang lama waktu hingga infeksi jamur sembuh sepenuhnya.

Berapa lama infeksi jamur di kelamin bisa sembuh total?

Infeksi jamur terjadi saat perkembangan jumlah jamur serta bakteri yang hidup di dalam organ intim terganggu. Akibatnya, jamur Candida albicans tumbuh dan berkembang biak dengan pesat di lokasi vital tubuh. Munculnya rasa gatal, sensasi terbakar pada penis, sampai keluar cairan yang menggumpal dari vagina merupakan sejumlah gejala umum yang ditimbulkan.

Meski begitu, infeksi jamur pada organ intim, baik tersebut penis atau vagina, memerlukan waktu yang berbeda-beda hingga akhirnya dapat sembuh sepenuhnya. Faktor penentu masa-masa infeksi jamur sembuh terbagi menjadi dua, yaitu tergantung dari proses penyembuhan serta tingkat keparahan infeksi tersebut.

Keparahan infeksi jamur bisa ditentukan oleh seberapa tidak sedikit jumlah jamur Candida yang hidup di dalam organ intim. Ada yang masih termasuk ringan, sedang, sampai parah sekali pun. Dalam permasalahan yang sedang dan berat, proses pengobatan infeksi jamur memerlukan waktu selama 1-2 minggu.

Sementara andai tergolong ringan, melulu dalam waktu tidak cukup lebih 3 hari infeksi jamur sudah dapat sembuh seutuhnya. Bahkan terkadang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa butuh perawatan khusus. Namun tetap saja, infeksi jamur pada organ intim yang tidak diobati hingga tuntas berpotensi guna kambuh pulang di beda waktu.

Pengobatan guna mempercepat pengobatan infeksi jamur

Bukan melulu bertujuan untuk membasmi pertumbuhan jamur, perawatan infeksi jamur pun dapat menolong menenangkan lokasi sasaran, meredakan rasa gatal, serta mengembalikan ekuilibrium jumlah bakteri dan jamur dalam organ intim.

Ada 2 pilihan guna mempercepat infeksi jamur sembuh sepenuhnya, yakni:

1. Pakai obat bebas (OTC)

Anda dapat menggunakan obat yang dipasarkan bebas atau tanpa resep dokter (over the counter), contohnya yang terdapat dalam format krim, tablet, atau salep. Ambil misal seperti clotrimazole (Gyne-Lotrimin), miconazole (Monistat), dan tioconazole (Vagistat).

Meski tidak selalu, tapi sejumlah jenis obat bebas kadang memunculkan iritasi saat dipakai kesatu kali. Namun tidak butuh khawatir, obat-obatan itu dapat bekerja dengan baik sampai-sampai menghilangkan fenomena infeksi jamur setelah dipakai selama sejumlah hari.

2. Pakai obat resep

Kasus infeksi jamur yang masih termasuk ringan, mungkin dapat segera sembuh melulu dengan gunakan atau konsumsi obat yang dipasarkan bebas. Sebaliknya, bila infeksi jamur yang kita alami telah termasuk sedang atau berat, penyembuhan dengan resep dokter dapat lebih mempercepat penyembuhan.

Jenis obat-obatan resep untuk menanggulangi infeksi jamur yaitu butoconazole (Gynazole), terconazole (Terazol), dan fluconazole (Diflucan). Sama laksana obat resep, sejumlah obat-obatan tersebut dapat hadir dalam format krim, salep, atau tablet minum (oral).

Setelah rutin memakai obat resep maupun yang dipasarkan bebas, infeksi ragi seringkali dapat sembuh sejumlah hari kemudian. Akan tetapi, usahakan guna tetap memakai seluruh takaran yang disarankan sampai berlalu meskipun infeksi jamur tampak telah sembuh.

Ini bertujuan guna meyakinkan bahwa infeksi sudah benar-benar hilang, sekaligus mengembalikan ekuilibrium mikroorganisme pada organ intim. Infeksi jamur berisiko pulang lagi saat tidak diobati hingga tuntas.
Baca selengkapnya »
Mitos Tentang Nutrisi Yang Masih Di Salah Pahami

Mitos Tentang Nutrisi Yang Masih Di Salah Pahami


Daripada menerka-nerka lebih jauh mengenai sekian banyak mitos nutrisi yang ada, usahakan luruskan anggapan yang tidak cukup tepat seperti…

Mitos 1: Lemak buat gemuk, jadi hindari lemak kalau hendak menurunkan berat badan

Faktanya, lemak memang sering dikaitkan dengan peningkatan berat badan sehingga menciptakan tubuh terlihat lebih gemuk dan berisi. Namun, sebenarnya tersebut tergantung dari sumber makanan yang kita makan. Atau dengan kata lain, lemak tidak selalu mengakibatkan kegemukan andai Anda dapat memakannya dengan teknik yang tepat.

Ambil contoh, diet keto merealisasikan pola santap tinggi lemak, tinggi protein, namun rendah karbohidrat. Bila dilaksanakan sesuai aturan, pola santap yang menganut jenis makanan kaya lemak ini malah dapat menolong menurunkan bahkan mengawal berat badan tetap stabil.

Sebaliknya, konsumsi tinggi lemak yang digabungkan dengan tinggi karbohidrat barangkali berisiko menambah berat badan.

Mitos 2: Gula tersebut tidak sehat untuk tubuh

Ketika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, gula memang tidak baik untuk tubuh karena sekian banyak alasan. Sebagian orang barangkali akan menjawab sebab gula tidak berisi nutrisi, sedangkan sebagian lainnya berasumsi bahwa gula bisa mengganggu kelancaran proses metabolisme.

Alasan itu tidak sepenuhnya salah memang. Hanya saja, bukan berarti kita tidak perlu gula sama sekali. Pasalnya, pasti ada bahaya terselubung di balik tidak santap gula yang seringkali diperoleh dari konsumsi makanan harian.

Tubuh masih tetap memerlukan gula dalam jumlah yang lumayan guna menyumbang energi dan kalori.

Mitos 3: Pola santap tinggi protein dapat merusak faedah ginjal

Beberapa pendapat menuliskan bahwa terlalu tidak sedikit makan makanan tinggi protein bisa mengganggu kerja ginjal, sampai-sampai berisiko memunculkan gagal ginjal. Meski tidak bisa dipungkiri, pengidap penyakit ginjal memang diwajibkan untuk meminimalisir protein.

Namun, urusan itu tidak serta merta berlaku sama untuk orang dengan faedah ginjal yang masih normal. Bahkan, riset dari PLoS One, mengejar bahwa makanan yang kaya protein malah dapat menurunkan desakan darah yang adalahsalah satu hal risiko tidak berhasil ginjal.
Baca selengkapnya »