Mitos Tentang Nutrisi Yang Masih Di Salah Pahami


Daripada menerka-nerka lebih jauh mengenai sekian banyak mitos nutrisi yang ada, usahakan luruskan anggapan yang tidak cukup tepat seperti…

Mitos 1: Lemak buat gemuk, jadi hindari lemak kalau hendak menurunkan berat badan

Faktanya, lemak memang sering dikaitkan dengan peningkatan berat badan sehingga menciptakan tubuh terlihat lebih gemuk dan berisi. Namun, sebenarnya tersebut tergantung dari sumber makanan yang kita makan. Atau dengan kata lain, lemak tidak selalu mengakibatkan kegemukan andai Anda dapat memakannya dengan teknik yang tepat.

Ambil contoh, diet keto merealisasikan pola santap tinggi lemak, tinggi protein, namun rendah karbohidrat. Bila dilaksanakan sesuai aturan, pola santap yang menganut jenis makanan kaya lemak ini malah dapat menolong menurunkan bahkan mengawal berat badan tetap stabil.

Sebaliknya, konsumsi tinggi lemak yang digabungkan dengan tinggi karbohidrat barangkali berisiko menambah berat badan.

Mitos 2: Gula tersebut tidak sehat untuk tubuh

Ketika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, gula memang tidak baik untuk tubuh karena sekian banyak alasan. Sebagian orang barangkali akan menjawab sebab gula tidak berisi nutrisi, sedangkan sebagian lainnya berasumsi bahwa gula bisa mengganggu kelancaran proses metabolisme.

Alasan itu tidak sepenuhnya salah memang. Hanya saja, bukan berarti kita tidak perlu gula sama sekali. Pasalnya, pasti ada bahaya terselubung di balik tidak santap gula yang seringkali diperoleh dari konsumsi makanan harian.

Tubuh masih tetap memerlukan gula dalam jumlah yang lumayan guna menyumbang energi dan kalori.

Mitos 3: Pola santap tinggi protein dapat merusak faedah ginjal

Beberapa pendapat menuliskan bahwa terlalu tidak sedikit makan makanan tinggi protein bisa mengganggu kerja ginjal, sampai-sampai berisiko memunculkan gagal ginjal. Meski tidak bisa dipungkiri, pengidap penyakit ginjal memang diwajibkan untuk meminimalisir protein.

Namun, urusan itu tidak serta merta berlaku sama untuk orang dengan faedah ginjal yang masih normal. Bahkan, riset dari PLoS One, mengejar bahwa makanan yang kaya protein malah dapat menurunkan desakan darah yang adalahsalah satu hal risiko tidak berhasil ginjal.

Mitos Tentang Nutrisi Yang Masih Di Salah Pahami